Pages - Menu

Selasa, 25 Maret 2014

Frustrasi karena Internet


Sumber gambar: teknoup.com
Ketika ada orang Arab yang bilang bahwa perimbangan antara Yaman dan Arab Saudi (dalam segi kemajuan teknologi) itu sama dengan Indonesia dan Singapura, teman saya yang dari Indonesia tak terima. "Jika perbandingan Singapura-Indonesia ibarat langit dan bumi, maka Arab Saudi-Yaman bagaikan langit dan sumur!" katanya menggerutu.
Saya sendiri belum pernah ke Singapura dan Arab Saudi, jadi kurang tahu persis bagaimana kemajuan teknologi yang dicapai kedua negara tersebut. Meskipun begitu— melalu berbagai pemberitaan di media massa, misalnya—saya yakin kedua negara itu jauh lebih maju ketimbang Yaman dan Indonesia: dua negara yang (pernah) saya tempati cukup lama. Lalu antara Indonesia dan Yaman, mana yang lebih maju?

Siapa pun yang sudah pernah ke Yaman, pasti akan dengan mudah menyimpulkan bahwa negara ini jauh tertinggal dari Indonesia dalam segala bidang, kecuali dalam urusan ilmu keagamaan (Islam). Saya pun berpendapat demikian. Salah satu contoh yang paling mudah untuk menilai itu adalah kekuatan jaringan internet.

Entah sudah berapa kali saya mengumpat dalam hati karena kesal atas layanan internet di sini, baik dari segi tarif yang amat mahal, maupun kecepatan akses data yang superlambat. Berulang kali pula saya membaca status Facebook teman-teman yang berisi tentang keluhan terkait lambatnya jaringan internet di Yaman.

Bahkan ada kawan saya yang sampai membuat status Facebook begini, "Dari jumlah 200 negara di seluruh dunia, mungkin Yaman menempati urutan ke seribu dalam hal kecepatan akses internet." Saya ngakak begitu membaca tulisan itu. Dan meskipun terkesan lebay, saya setuju karena kenyataannya memang seperti itu.

Menurut catatan Wikipedia, internet baru masuk ke Yaman pada tahun 1996, tujuh tahun setelah saya lahir, dengan Yemen Net sebagai provider utamanya. Pada pengujung tahun 2012, jumlah pengguna internet di Negeri Ratu Balqis ini tercatat mencapai 1.037.000 (satu juta tiga puluh tujuh ribu). Bandingkan dengan masuknya layanan internet di Indonesia yang delapan tahun lebih dahulu, tepatnya pada tanggal 24 Juni 1988. Sedangkan pengguna internet di Indonesia hingga tahun 2012 sudah menembus angka 63 juta! Terbesar ketiga setelah Cina dan Amerika Serikat.

Untuk kecepatan akses internet berdasarkan ukuran mega byte per second (mbps), saya kurang begitu paham detail perhitungannya. Namun saya dapat merasakan perbedaannya yang sangat jelas: internet di Yaman sangat memprihatinkan. Sinyal 3G juga ada di sini, tapi tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal. Banyak teman saya yang mempunyai ponsel cerdas. Tapi sayangnya, fitur-fitur di dalamnya kebanyakan mubazir alias tidak terpakai karena jaringan internet yang tidak memadai.


Saat ini, Pemerintah Yaman sedang gencar mengembangkan jaringan internet nirkabel atau yang lebih dikenal dengan sebutan wireless. Selain lebih hemat, jaringan internet jenis ini juga lebih praktis, bisa dipakai dari dalam kamar melalui laptop dan hape tertentu, tidak perlu lagi jauh-jauh ke warnet.

Sudah sekitar tiga bulan ini saya bersama teman-teman sekamar berlangganan paket internet nirkabel melalui provider Tareem Wifi. Dengan biaya sebesar 3.500 Riyal Yaman per bulan, kami bisa berinternet ria selama 24 jam nonstop. Tentunya dengan kecepatan yang pas-pasan. Tapi lumayanlah, setidaknya kebutuhan internet kami terpenuhi.

Seminggu terakhir ini, internet kami mendadak menjadi sangat lambat. Bahkan saking lambatnya, situs-situs yang sering saya kunjungi seperti Google Search, Google Plus, Blogger, Twitter, Gmail, dan Facebook tidak bisa dibuka sama sekali. Hanya situs-situs tertentu (seperti Wikipedia dan Youtube) yang masih bisa dibuka meski harus menunggu beberapa menit hingga proses pemuatan (loading) usai. Sementara situs blog, baik yang ber-platform blogspot maupun wordpress, juga bisa dibuka. Akan tetapi, gadget-gadget seperti lencana Twitter, kotak komentar Facebook, dan kotak komentar bawaan blogger tidak muncul. Praktis! Selama beberapa hari ini, aktifitas blog walking saya terhenti.

Sampai sekarang saya masih bingung dan belum tahu: (1) mengapa situs-situs tersebut tidak bisa dibuka sama sekali, (2) sebenarnya apa penyebab lemahnya jaringan internet di Yaman, dan (3) sampai kapan penderitaan ini akan berakhir?

Di sela-sela rasa frustrasi saya itu, tiba-tiba saya merasa beruntung karena telah terlahir sebagai warga negara Indonesia.

29 komentar:

  1. Wahhh... ngeselin banget itu pasti. Berarti bisnis game online kurang laku kali ya di Yaman?

    BalasHapus
  2. Di Indonesia beberapa waktu lalu jaringan internet juga lemot :|

    BalasHapus
  3. saya pikir kecepatan internet di indonesia sudah paling lemot, ternyata masih ada yang lebih parah hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan tidak semua yang ada di luar negeri itu lebih "wow" daripada di tanah air.

      Hapus
  4. Menkominfo Pak Tifatul Sembiring melali akun twitternya pernah bilang: "Internet yang cepat buat apa?"
    Saya pikir itu statemen becandan yang paling ngeselin. Tapi ternyata ada yg lebih lemot ya? Mungkin Menkominfo Yaman juga perlu dibully tuh. #eh :))))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya baru tahu kalau Pak Tifatul pernah berkata seperti itu, Mas. Sangat disayangkan sekali.

      Hapus
  5. Postingan yang keren. Izin blogwalking ya. Mampir dong ke azizkerenbanget.blogspot.com. Postingannya keren2. Dan yang pasti menarik.

    BalasHapus
  6. untung saja aku tidak hidup di yaman :3 di indonesia saja koneksinya sudah sedemikian cepat, cepat membuat penggunanya marah-marah :)) gimana di yaman? -__-

    BalasHapus
  7. wahhh pasti dongkol banget itu mas. internet di negeri ini sudah mulai bergeser jadi kebutuhan sepertinya... kemajuannya bisa dibilang luar biasa. hanya sayangnya keblablasan. baru setelah jatah menteri menkominfo di serahkan PKS sedikit ada pengetatan. yakni situs2 porno diblokir ngak bisa diakses untuk jaringan telkom... berarti masih bersyukur nih keyongnya internet di kampungku ternyata masih ada yang lebih lemot ^_^

    BalasHapus
  8. Jika dibandingkan dengan negara kita sudah jauh, bisa dibayangkan, mas. di sini saja seringkali harus bersabar, apalagi koneksi di sana, waah. banyak-banyak bersabar mas Lutfi :)

    BalasHapus
  9. udah lemot mahal lagi ya --"
    uhh, pasti sebel banget tuh kalau udah kaya gitu, soalnya udah kecanduan inet banget yaahhhehe *kaya saya *

    BalasHapus
  10. mungkin yaman sama dengan kalimantan (tempat saya tinggal) kali ya...lelet banget, hehe

    BalasHapus
  11. ALhamdulillah masih bisa bersyukur jadi orang Indonesia. Gak kebayang ya jadi orang Yaman kayak apa :D

    BalasHapus
  12. Nang ndi wae lakonmu mas. Atimu tetep tresno indonesia. Hehehe

    BalasHapus
  13. Wah, aku aja di Indonesia masih suka kalah ujian kesabaran atas kecepatan internet. Ternyata Yaman lebih parah ya... Kebayang mahasiswa di sana yang butuhnya buat menunjang perkuliahan... Harus sabar banget ini mah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Apalagi sekarang sudah memasuki musim panas. Sering listrik mati.

      Hapus
  14. mungkin disitulah letak sensasinya dalam mengakses internet di Yamman...kesabaran akan makin terasah karenanya....;o)

    BalasHapus
  15. Ternyata Yaman masih lebih lambat ya dari Indonesia.
    Tapi bagi ane, internet di Indonesia udah lumayan cept kok gan, tergantung paket aja sih kayaknya..

    BalasHapus
  16. sebagai warga negara indonesia, harusnya bersykur ya mas karena akses internet nya lumayan lebih cepat dibandingkan dengan negara lain :)

    BalasHapus
  17. Mungkin , ini pendapat saya ya, mungkin departemen atau dinas pertahanabn dan kemanan Yaman masih memblokir akses Internet untuk warganya,. Entah karena pertimbangan politik atau keamanan nasional (National Security). Saya tidak percaya YAMAN tidak punya ahli ahli IT di departemen Teknologi Informasinya. Jadi ini yang perlu diketahui terlebih dahulu. Dalam pandangan saya sih sepertinya pemerintah YAMAN membatasi akses Internet bagi warganya. Ini pendapat saya aja yang bisa saja salah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin ada benarnya juga, Kang Asep.
      Saya pernah membaca berita di surat kabar, katanya penyebab lemahnya jaringan internet di Hadhramaut adalah adanya aksi sabotase yang dilakukan oleh kelompok-kelompok separatis di sini. Tapi entahlah…

      Hapus
  18. saya suka sama bagian penutupnya #mak jleb banget buat kita2 yg terkadang lupa bersyukur
    .
    Disela-sela rasa frustasi saya itu, tiba-tiba saya merasa beruntung karena telah terlahir sebagai warga negara Indonesia.

    BalasHapus
  19. kadang internet bisa bikin stress, dan kadang bisa bikin happy. So, dinikmati aja mas :)

    BalasHapus
  20. emang ngeselin banget kalo udah sepertti itu,,dan saya pernah mengalaminya,,,,

    BalasHapus
  21. Kadang di kantorku juga gitu, ada beberapa yang bisa dibuka, ada yang enggak bisa dibuka. Ngeselinnya kalau pas lagi demam BW...

    BalasHapus
  22. Maaf, kalo untuk tahun 2017 sudah ada informasinya belom?

    BalasHapus

Silakan berkomentar dan tunggu kunjungan balik dari saya. Tabik!