Pages - Menu

Kamis, 24 Desember 2015

Ironi Gadis (Pengungsi) Suriah

Foto wanita Suriah. Ada yang berani bilang enggak cantik?
Saat berkunjung ke Kota Mukalla (Provinsi Hadhramaut, Republik Yaman) empat tahun lalu, saya sempat melihat gadis-gadis pengungsi Suriah berjajar di trotoar dan lorong-lorong pasar. Sebagaimana wanita Arab pada umumnya, mereka mengenakan telekung warna hitam. Akan tetapi, wajahnya dibiarkan terbuka tanpa cadar. Ironisnya, karena tidak adanya keluarga atau orang yang memberi nafkah, mereka terpaksa meminta-minta di tempat keramaian tersebut.

Setelah sekian lama tidak bertemu (kayak LDR saja, ya?), saya membaca berita bahwa saat ini para pengungsi Suriah sudah ada yang sampai ke Wilayah Asia Tenggara, khususnya Malaysia dan Indonesia. Rata-rata para wanitanya, selain anak-anak, adalah gadis yatim piatu, janda-janda muda anak satu, atau janda yang tidak punya anak karena suami-suami mereka meninggal di medan perang.

Selain mencari suaka, tentu saja, mereka juga mendambakan saya, eh, orang yang dapat melindungi sekaligus memberikan nafkah, baik lahir maupun batin. Dan, kabar baiknya, konon mereka mau menerima pinangan pria mana pun asalkan seiman dan menyediakan tempat tinggal. Bahkan mungkin mereka juga mau dimadu atau dijadikan istri kedua....

Untuk urusan kecantikan, wanita Suriah tidak bisa dipandang sebelah mata; kulitnya yang putih bersih alami, matanya yang biru kecokelatan, postur tubuhnya yang ... ah, sudahlah. Intinya, bahkan tanpa mekap di wajah sekalipun, wanita Suriah sudah pantas diajak jalan-jalan ke pusat perbelanjaan. Memang, cantik itu relatif. Tapi setidaknya ada kriteria dan standardisasi yang disepakati bersama oleh kaum lelaki, bukan?

Nah, melihat keadaan mereka yang sangat memprihatinkan, adakah di antara kita yang mau berbagi kebahagiaan dengan mereka?

20 komentar:

  1. wah mas lutfhi pun siap segalanya ini hehe monggo ms sekecakken hehe haha hadeeee masalah ginian emang kaum adam selalu terlena mas hadeee

    BalasHapus
  2. Wih baru tau kalo sudah sampai Indonesia. Kasian ya padahal mereka perempuan

    BalasHapus
  3. wis ndang gage mas. ndang ditulungi. selak kedisikan wong liya.

    BalasHapus
  4. Ya Allah, miris lihatnya mas :")
    Ini maksud artikelnya, samean mau berbagi kebahagiaan lahir batin dengan mereka mas? :3 #ehmaafkeun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi bingung kalau ditanya begitu. Sebagai seorang laki-laki, aku harus bagaimana? *eh

      Hapus
    2. Haha. Mungkin harus persiapkan mental untuk mendatangi orang tua mereka, mas :D
      Masih di luar Indonesia kah samean ini? Lama gak ke bw ke sini. Hehe

      Hapus
  5. Kasian. sebagai saudara seiman..
    berbagi suami?, iya- gak. iya- gak. ahhh...kabooor

    BalasHapus
  6. Memang bener mas gadis suriah itu tidak boleh di pandang sebelah mata harus dengan dua matanya sekaligus mas, iya bener tuh di nikahin aja buat yang masih single ...

    BalasHapus
  7. Kayaknya saya juga perlu turun tangan mas...

    BalasHapus
  8. Mas, bgmn caranya sy bisa terhubung dg akhwat Suriah tsb, atau siapa yg bisa bantu agar sy bisa terhubung dg akhwat Suriah tsb. Sy kebetulan sdg mencari istri. Ini no Hp/WA saya : 0852-1649-2609. Jika ada yg berkenan membantu, sy ucapkan terima kasih. Jazakumullah khairal jaza.

    BalasHapus
  9. ngungsi di sulawesi aja. masih banyak lahan utk mencari nafkah di sini

    BalasHapus
  10. Kalau saya Alhamdulillah sudah bekerja tetapi belum menikah mas :D

    BalasHapus
  11. Mas, bgmn caranya sy bisa terhubung dg akhwat Suriah tsb. mohon infonya mas. Ini no Hp/WA saya :0857-0491-0981. Jika ada yg berkenan membantu, saya ucapkan terima kasih.

    BalasHapus

Silakan berkomentar dan tunggu kunjungan balik dari saya. Tabik!