Pages - Menu

Senin, 21 April 2014

Karut-marut



Sumber gambar: high-schools

Sudah semestinya kita sebagai pemakai bahasa Indonesia dituntut untuk menerapkan kaidah kebahasaan dengan cermat. Namun, dalam praktik sehari-hari, tidak jarang dijumpai penyimpangan yang dilakukan oleh masyarakat di sekitar kita terhadap kaidah yang seharusnya ditaati. Salah satunya adalah ketidakcermatan dalam penggunaan diksi.

Beberapa hari yang lalu, tanpa sengaja saya membaca status seorang teman di beranda Facebook yang berisi tautan berita: Muhammadiyah dan NU Ingin PKB Pimpin Koalisi Partai Islam. Terlepas dari apa pun isinya, sebenarnya saya tidak terlalu menyukai berita politik—yang penuh dengan intrik—dan oleh karena itu saya tidak ikut berkomentar di sana. Akan tetapi, dari sekian banyak komentar yang muncul, ada satu yang membuat saya sedikit mengernyitkan dahi dan ingin menanggapinya di sini—tentunya bukan dari kacamata politik, melainkan dari aspek bahasa. Komentar itu berbunyi, "Gimana Partai Islam mau koalisi, PPP lagi carut-marut lho…"



Perhatikan kata "carut-marut" di atas. Apakah penggunaan kata itu sudah tepat makna dan sesuai dengan konteks?

Mari kita periksa Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi keempat (terakhir) terbitan Pusat Bahasa. Di dalam kamus setebal 1634 halaman itu terdapat entri "carut" yang merupakan homonim dengan dua makna (1) keji, kotor, cabul (tentang perkataan) dan (2) luka bekas goresan. Sementara carut-marut adalah kata ulang berubah bunyi dari kata dasar carut yang mempunyai arti (1) bermacam-macam perkataan yang keji dan (2) segala coreng moreng (bekas goresan); goresan yang tidak keruan arahnya: muka korban penuh dengan -- dan berdarah.

Jadi, setelah diketahui maknanya, apa yang keji/kotor/cabul dari Partai Persatuan Pembangunan? Atau goresan luka apa yang berkaitan dengan partai berlambang kakbah itu? Mungkin salah seorang kadernya ada yang melakukan tindakan memalukan di depan umum sehingga mencoreng nama baik partai Islam tersebut. Tetapi rasanya kemungkinan ini terlalu jauh. Lagi pula, kata "carut-marut" oleh KBBI dikelompokkan ke dalam jenis kata benda, sehingga tidak bisa dipakai sebagai keterangan (baca lagi: PPP lagi carut-marut).

Lalu kata apa yang lebih pas untuk menggantikannya? Sebenarnya kita hanya perlu mengubah huruf depannya saja, yaitu huruf /c/ diganti dengan huruf /k/ (menjadi karut). KBBI memberi definisi begini untuk lema itu: kusut; kacau tidak keruan. Sedangkan kata ulangnya (karut-marut) memiliki dua arti, dan arti pertamalah yang paling tepat untuk digunakan pada komentar di atas. Arti pertama kata ulang tersebut adalah kusut (kacau) tidak keruan; rusuh dan bingung (tentang hati, pikiran dsb); banyak bohong dan dustanya (tentang perkataan dsb). Di samping itu, karut-marut adalah jenis kata sifat, berbeda dengan carut-marut yangseperti tadi saya katakan—merupakan kata benda.

Yang jadi pertanyaan sekarang, apatah melafalkan "carut-marut" itu lebih ringan ketimbang "karut-marut"? Enggak juga, kan?

24 komentar:

  1. hahaha... ternyata saya salah juga...
    yaa saya tahunya carut marut, bukan karut marut
    mampir kesini akhirnya aliran saya tentang carut dan karut akhirnya dibenarkan...

    ohya, komentar saya jangan dikritik juga lah yaa

    BalasHapus
  2. aku biasanya pakai istilah carut marut juga,,wah salah ya ternyata ya,,,

    BalasHapus
  3. berkunjung kesini jadi belajar bahasa Indonesia ya :)

    BalasHapus
  4. wah enak yah cara menuturkanya mas, jadi tambah wawasan soal tata bahasa nih... tapi ngomong2 aku jadi mikir, jangan2 Mas Bad ini juga memperhatikan pemakaian bahasaku, malulah kentara berantakannya... *tutup muka pake kamus* ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. He-he-he... Ditunggu saja postingan berikutnya.

      *kamusnya dicari yang punya! ^_^

      Hapus
  5. Ane baru denger kata ini, ternyata artinya lumayan ngeri juga ya.

    Mantab blognya gan, bisa digunakan untuk belajar bahasa indonesia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mas. Yang pakai huruf /c/ memang artinya agak jorok. Blog ini juga sebagai sarana saya belajar bahasa Indonesia dengan baik dan benar, tanpa bermaksud menggurui apalagi menyalahkan siapa pun.

      Hapus
  6. Mungkin karena C sama K itu hampir mirip jadi dikiranya itu sama ajah hehe..

    BalasHapus
  7. Setahuku memang carut marut hehehe

    BalasHapus
  8. Baru tahu, karut-marut. Tahunya carut-marut aja, dan ternyata salah persepsi toh... Rajin banget buka kamusnya, salut...

    BalasHapus
  9. kalau marut itu artinya menggesek-gesekkan kelapa di parut ya mas, hehehe :D

    BalasHapus
  10. kunjungan perdana, salam perkenalan, silahkan berkunjung balik ketempat saya, barangkali berminat saya punya banyak vcd pembelajaran untuk anak2, siapa tau anda mempunyai adik,keponakan atau mungkin anak yang masih kecil, vcd ini sangat membantu sekali dalam mengasah kecerdasan dan kemampuan otak anak, serta bagus untuk membangun karakter dan moral anak sejak usia dini, semoga bermanfaat dan mohon maaf bila tdk berkenan, trm kasih ^_^

    BalasHapus
  11. berkunjung dihari jumat yang cerah, salam persahabatan

    BalasHapus
  12. Memang yang diucapkan itu karut marut nulisnya carut marut, atau memang gak tau.

    BalasHapus
  13. Karena bahasa itu banyak berhubungan dengan rasa, dan carut-marut dirasa lebih enak dilafalkan daripada karut-marut :)
    Terima kasih share-nya, berguna banget :)

    BalasHapus
  14. Berarti yang bener karut marut ya mas? Kirain saya mah carut marut yang bener hehehe...
    Beruntung saya berkunjung kesini jadi tahu sekarang, oya ijin follow blognya ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu tergantung konteksnya, Mas. Terima kasih, dengan senang hati.

      Hapus
  15. Saya termasuk orang yang salah, tahunya carut-marut..

    BalasHapus
  16. kalau berbicara bahasa indonesia memang agak susah mas yang sesuai dengan EYD, jadi ya kita belajar bersama-sama saja ;)

    BalasHapus
  17. Gimana tuh caranya, agar blog lebih banyak komentar ?

    obat kista sehat

    BalasHapus

Silakan berkomentar dan tunggu kunjungan balik dari saya. Tabik!