![]() |
| Gambar tangkapan skrin KBBI Daring. |
Saya tergelitik sewaktu pertama kali membaca salah satu judul artikel majalah itu yang berbunyi: "Pahlawan Dibalik Layar". Jika kalimat itu dilafalkan, memang tak ada masalah. Tetapi sebenarnya ada yang keliru dalam penulisan judul tersebut. Mestinya, kata "Dibalik" ditulis secara terpisah (dengan spasi), bukan dirangkai seperti itu. Karena "di" di situ bukan sebagai awalan (prefiks), tetapi kata depan (preposisi).
Kata depan atau preposisi adalah kata yang merangkaikan kata-kata atau bagian kalimat dan biasanya diikuti oleh nomina atau pronomina. Preposisi bisa berbentuk kata, misalnya di dan untuk, atau gabungan kata, misalnya bersama atau sampai dengan. Sementara prefiks adalah imbuhan yang ditambahkan pada bagian awal sebuah kata dasar atau bentuk dasar. Misalnya: dimakan (bentuk pasif dari memakan), dari kata dasar "makan".
Menurut Pedoman Umum EYD, "Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada."
Kesalahan yang paling umum adalah penulisan seperti "disini", "dimana", dan "diantara"—sekadar menyebut beberapa—yang seharusnya ditulis "di sini", "di mana" dan "di antara". Kesalahan sejenis sering saya jumpai pada, misalnya, status Facebook dan linimasa Twitter. Biarpun begitu, saya tidak akan menyoal tulisan-tulisan di sana, karena di samping tidak ada aturan yang mengikat, kebanyakan tulisan di media sosial hanya sebagai luapan perasaan si pemilik akun yang ditulis secara spontan dan tanpa melewati proses penyuntingan.


