Pages - Menu

Jumat, 13 September 2013

Menanti Talenta Muda PPJJ



Tarim – Banyak pengamat sepak bola di kampus Universitas Al-Ahgaff yang memprediksi, bahwa kejayaan tim kesebelasan PPJJ (Paguyuban Pelajar Jawa Tengah dan Jogjakarta) tidak akan mampu bertahan lama, setidaknya untuk satu musim ke depan. Hal itu disebabkan, para pemain yang menghuni starting line up saat ini kebanyakan sudah memasuki mustawa lima dan mungkin tinggal satu tahun lagi tinggal di negara Yaman. Sebut saja Faqih Ahmad, Suryono, Ahmad Mansur, Muhammad Lutfi Hakim, dan Muflihun. Kelimanya selalu menempati posisi inti dan menjadi titik sentral kekuatan PPJJ selama ini.
Di lini depan, setelah kehilangan Eko Prayitno yang telah pulang ke Indonesia dan mbah Mukhlisin yang gantung sepatu karena cedera, PPJJ juga mengalami krisis striker. Untuk mengatasi masalah ini, Muflihun, yang biasanya menjadi bek, kini ditempatkan di depan untuk mengganti kekosongan tersebut. Karena kurangnya jam terbang yang dimilikinya, pemain asal Magelang ini masih bermain angin-anginan dan koleksi golnya masih relatif sedikit jika dibandingkan dengan striker tim-tim yang lain.
Sementara itu, para pemain yang sekarang duduk di mustawa empat hanya ada tiga; Muhammad Ilyas, Ahmad Musyaffa' dan Lutfi Ahsanuddin. Sedangkan di mustawa bawahnya lagi sama sekali tidak ada penerusnya setelah para pemain dalam mustawa tiga mengundurkan diri karena ingin lebih fokus pada pelajaran. Praktis, tinggal para pemain muda yang baru datang dari Mukalla dua pekan lalu yang masih bisa diharapkan kontribusinya.
Jika tidak ada halangan, Jumat sore ini (13/09/13) PPJJ dijadwalkan akan bersua dengan Sultan FC (Sulawesi dan Kalimantan) dalam laga ekshibisi reguler yang diselenggarakan oleh Departemen Pemuda dan Olah Raga Asosiasi Mahasiswa Indonesia di Universitas Al-Ahgaff.
Pertandingan tersebut tidak hanya sebagai pembuktian bagi PPJJ sebagai salah satu tim besar yang sangat disegani, namun lebih dari itu, bagaimana PPJJ dapat mempertahankan kekuatannya yang terancam hilang dan mengorbitkan para pemain mudanya untuk menghadapi kompetisi mendatang. Dengan demikian, proses peremajaan dalam tim senantiasa terjaga.
Mampukah PPJJ melakukan itu? Datang dan saksikan saja penampilannya sore ini di stadion mini berdebu Al-Ahgaff.

Sabtu, 07 September 2013

Halalbihalal dan Walimah Safar Warga PPJJ



Tarim – Paguyuban Pelajar Jawa Tengah dan Jogjakarta (PPJJ) di Yaman yang berdomisili di tiga lembaga pendidikan (Universitas Al-Ahgaff, Darul Musthofa dan Ribath Tarim), mengadakan kegiatan silaturrahim dan kumpul bareng di Aidid, Tarim, Hadhramaut, pada hari Jumat Pon, 6 September 2013 kemarin.
Acara bertajuk "Halalbihalal Soho Bahargian Tindakan Sanak Kadang PPJJ" itu diselenggarakan di kolam renang masbah Mahsun II, sekitar 500 meter arah barat daya dari kampus Universitas Al-Ahgaff.
Tidak hanya sekadar saling taaruf antar sesama pelajar dan ramah tamah seperti biasanya, acara tahunan kali ini dibarengi dengan pelepasan teman-teman senior yang telah merampungkan aktifitas belajarnya dan akan kembali ke tanah air dalam waktu dekat ini. Itulah yang dimaksud dengan kalimat "Bahargian Tindakan" yang berarti walimah safar.
Fu'ad Zain (27 tahun), adalah salah satu sesepuh PPJJ yang tidak lama lagi akan pulang ke Indonesia. "Sebenarnya saya tidak pantas untuk menyampaikan sambutan ini, karena masih banyak yang lebih berhak. Meskipun begitu, saya mewakili atas nama teman-teman yang akan pulang, untuk meminta doa restu kepada kalian semua dan mohon maaf bila selama ini kami banyak melakukan kesalahan" kata alumnus MA Al-Hikmah 2 Benda, Sirampog, Brebes ini. "Ada sekitar 7 (tujuh) rekan anggota PPJJ yang rencananya pulang tahun ini. Sebagian masih ada di sini seperti saya, gus Ihsan Kamaluddin, Ahmad Halimi, Waridin, Abu Bakar Juri dan Haris Muhammad. Sedangkan sebagian yang lain sudah pulang lebih dulu beberapa hari yang lalu seperti Muhammad Bejo dan Imron Hamzah."
Acara ini sedianya dijadwalkan beberapa hari setelah hari raya Idul Fitri. Namun, karena kebanyakan warga PPJJ direkrut sebagai panitia Simposium Nasional PPI Yaman dua pekan lalu, maka halalbihalal kali ini terpaksa diundur.
Halalbihalal PPJJ di Masbah Mahsun II
Dalam sambutannya sebagai Ketua Umum PPJJ, Ahmad Mukhlisin menyampaikan, "Saya berharap dengan adanya organisasi PPJJ ini, ikatan persaudaraan di antara kita menjadi semakin erat. Dan itu sudah terbukti, misalnya, ketika PPI Yaman atau AMI Al-Ahgaff mengadakan kompetisi lomba antar daerah, kontingen dari PPJJ selalu mendapat juara. Tidak hanya itu, ketika sudah di Indonesia nanti, dengan relasi yang banyak dan luas, kita juga bisa melakukan konsorsium dan ekspansi dakwah dengan mudah ke seluruh pelosok nusantara."
Beliau melanjutkan, "untuk pergantian kepengurusan yang baru, insya Allah pada liburan Idul Adha nanti kami akan menyelenggarakan pemilihan ketua baru demi terjalinnya proses regenerasi dalam PPJJ."

Sumber foto :  Syarifuddin

Sabtu, 24 Agustus 2013

Standar Regulasi Akademik di Universitas Al-Ahgaff



Regulasi Akademik di Universitas Al-Ahgaff Yaman
Selalu muncul suatu kebingungan manakala petugas dari qism tasjil (bagian Tata Usaha/Registrasi) mengeluarkan pengumuman yang memuat tentang data-data numerik, baik terkait indisipliner para mahasiswa maupun nilai-nilai ujian. Kebingungan itu, tidak hanya dialami oleh para mahasiswa yang masih baru, tapi juga mereka yang sudah bertahun-tahun belajar di Universitas Al-Ahgaff. "Kenapa saya tidak bisa ikut ujian akhir semester, padahal baru absen kuliah beberapa kali saja?" "Teman saya rosib (gagal) dalam empat mata pelajaran sekaligus, tapi masih bisa mengikuti daur tsani (ujian remedi). Sedangkan saya cuma rosib tiga pelajaran kok langsung istinhaj (mengulang selama setahun)" kata beberapa teman yang pernah saya dengar.
Ketidaktahuan mereka tentang hal ini disebabkan minimnya informasi mengenai peraturan akademis yang diterapkan di Universitas Al-Ahgaff. Kebanyakan dari mereka hanya mengetahuinya melalui komunikasi verbal dengan kakak kelas yang belum jelas dari mana sumber aslinya. Dari beberapa teman yang saya tanya, rata-rata memberikan jawaban yang berbeda menurut versinya sendiri berdasarkan pengalaman empiris masing-masing.
Oleh karena itu, dalam kesempatan kali ini, saya akan berbagi informasi mengenai hal tersebut untuk menambah wawasan kita bersama. Maklumat ini saya himpun dari dua sumber terpercaya; (1) situs resmi Universitas Al-Ahgaff dan (2) rumus-rumus yang tertulis dalam salinan digital (file) yang berisi nilai-nilai mahasiswa Universitas Al-Ahgaff Duf'ah 15 (Angkatan Lima Belas). File berjenis Excel tersebut saya peroleh dari salah satu petugas di bagian Tata Usaha beberapa bulan yang lalu.