Pages - Menu

Jumat, 30 Mei 2014

Ziarah ke Zanbal

Tradisi ziarah Jumat Pagi di Turbah Zanbal Tarim.
Turbah Zanbal di Tarim, Hadhramaut, Yaman.
Zanbal adalah nama sebuah pemakaman yang sangat tersohor di Kota Tarim, Provinsi Hadhramaut, Republik Yaman. Kemasyhurannya tidak hanya diakui oleh penduduk pribumi saja, tetapi juga terdengar hingga ke mancanegara. Saban tahun, para peziarah dari luar Yaman, tak terkecuali Indonesia, berduyun-duyun mendatangi tempat ini untuk mencari berkah dan bertawasul memanjatkan doa.

Ada sekitar sepuluh ribu aulia yang dimakamkan di Zanbal. Mereka yang berhak disemayamkan di sini adalah orang-orang dengan kriteria: (1) para habib keturunan Rasulullah dari Bani Alawi, (2) pelajar asing yang meninggal di Tarim, dan (3) orang yang mati syahid. Sementara untuk syekh-syekh dan para pemuka agama yang lain, tempat pemakamkannya adalah Furait; sedangkan warga Tarim biasa dimakamkan di Akdar. Dua pemakaman terakhir lokasinya tak jauh dari Zanbal, hanya dipisah dengan jalan raya. Secara keseluruhan, ketiga areal pemakaman tersebut dinamakan Bisyar.

Banyak orang meyakini tempat ini keramat dan bertuah. Konon, barang siapa yang bertawasul di Zanbal dengan sungguh-sungguh dan niat yang ikhlas, maka doanya akan terkabul. Para pelajar Indonesia banyak yang telah membuktikannya sendiri. Seperti cerita saya di bawah ini.

Dulu sebelum berangkat ke Yaman, saya mempunyai kontak dengan seorang mahasiswa Al-Ahgaff di Yahoo Messenger, Ustaz Ade Machnun Saputra namanya. Seusai menjalani ujian seleksi beasiswa di Lasem, Rembang, saya meminta kepadanya untuk didoakan supaya lulus dan diberi kelancaran. “Insya Allah. Nanti saya tawasulkan ke Zanbal,” ujarnya kala itu.

Saya yang sebenarnya tidak begitu yakin dengan hasil tes, akhirnya dinyatakan lulus dan beroleh beasiswa ke Yaman. Padahal, dua kakak kelas saya­—yang tentunya jauh lebih mumpuni—juga mengikuti tes seleksi ke Yaman, tetapi mereka tidak lulus. Akhirnya saya percaya dengan anggapan bahwa hanya orang-orang yang memang sudah terpanggil saja yang bisa datang ke negeri asal usul Wali Songo ini. Dan, mungkin ini juga tak lepas dari doa teman saya di atas.

Bertawasul—memohon atau berdoa kepada Allah dengan perantaraan nama seseorang yang dianggap suci dan dekat kepada Tuhan (KBBI)—bukan berarti meminta doa kepada mayit, apalagi menyembah kuburan seperti purbasangka sebagian kelompok. Analoginya seperti ini: jika kita mengajukan permintaan kepada gubernur, misalnya, maka kemungkinan dikabulkannya sangat kecil. Berbeda jika kita kenal dekat dengan si ajudan gubernur tersebut dan “bertawasul” dengannya, maka besar kemungkinan permintaan kita akan dikabulkan, bahkan tanpa harus mengantre terlebih dahulu.

* * *
 
Tradisi ziarah Jumat Pagi di Turbah Zanbal Tarim.
Batu nisan yang terbuat dari batu bata di Turbah Zanbal Tarim.
Untuk hari-hari biasa, pemakaman Zanbal ramai diziarahi pada Jumat pagi­, tepatnya sebelum matahari terbit untuk musim panas dan setelah terbit untuk musim dingin. Khusus bulan Ramadan, Zanbal diziarahi selepas salat Asar berjemaah.

Jumat pagi ini (30/5) saya kembali berziarah ke Zanbal bersama Muhammad Ubaidillah dan ratusan pelajar lainnya. Suasana sudah sangat ramai ketika saya sampai di gerbang masuk. Tampak para peziarah sudah duduk berjejer menyimak pembacaan tahlil dan doa oleh Habib Ali Masyhur, mufti Tarim yang memimpin ritual ziarah Jumat pagi. Saya pun langsung mengambil tempat duduk di sela-sela para peziarah itu.

Layaknya tempat kediaman para leluhur, ada beberapa tata krama yang harus dipatuhi. Di antaranya, kita tidak boleh memakai sandal di dalam areal pemakaman. Selain itu, ada urutan-urutan makam mana yang mesti didahulukan, dan mana yang di akhirkan. Doa yang dibaca pun berbeda-beda dari satu makam dengan makam yang lainnya.

Jika dulu saya didoakan teman kenalan dari sini, kali ini saya juga dimintai doa secara khusus oleh seorang sahabat dari Indonesia. Bedanya, ia tidak minta didoakan supaya bisa datang ke kota Seribu Wali ini. “Ziarahlah ke Zanbal dan tolong doakan. Meskipun saya tidak bisa menuntut ilmu ke sana, semoga...” pintanya melalui pesan Facebook pekan lalu.

Selain doa khusus tersebut, saya juga  berdoa semoga Allah: (1) mengampuni dosa saya, kedua orang tua, dan orang-orang yang mempunyai hak terhadap diri saya; (2) memberi saya istri salihah, yang dapat membahagiakan keluarga; (3) memberi berkah dan manfaat pada ilmu yang telah saya peroleh selama ini; (4) melancarkan jalan rizki dan segala urusan kedua orang tua saya; (5) memberi kesempatan saya menunaikan ibadah haji bersama orang-orang yang saya cintai; dan (6) menjadikan akhir hayat saya husnulkhatimah. Amin.

* * *
Selamat hari Jumat, Kawan. Apakah Anda sudah berdoa hari ini?
 
Tradisi ziarah Jumat Pagi di Turbah Zanbal Tarim.
Makam Imam Haddad di Turbah Zanbal Tarim.

25 komentar:

  1. Saya turut meng-aamiin-kan doa terakhir... Jadi mumpung masih disana bolehkah saya menitip doa? Walau tidak kenal boleh yaaa ^^ doanya : "Semoga Arrahman memberikan tempat yang baik bagi ibu saya di sisi-Nya, semoga Al-Ghoffar mengampuni dosa-dosa ibu saya, semoga Al-Wahhab mengkaruniakan kebaikan dan rahmat dengan menempatkannya bersama-sama dengan pendahulu yang telah dirahmati-Nya, dan semoga Arrohim menyayangi kami berdua dengan mempertemukan kami kelak di sebaik-baik tempat setelah alam dunia"

    BalasHapus
  2. semoga doa di paragraf terakhir dijabahi allah :))


    wah suasana makamnya berbeda dgn makam wali yg pernah saya kunjungi di salah satu kota di indonesia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beda negara pasti beda pula bentuk pemakamannya :)

      Hapus
  3. tiap makamnya dibuat permanen gitu ya mas?
    wah gak kebayang seluas apa kompleks pemakamannya.

    BalasHapus
  4. Wuah, saya juga pengen kesitu...
    kapan-kapan saya mampir kesitu...

    BalasHapus
  5. baru tau,,baru dengar cerita zanbal...makamnya bersih ya,,nggak seperti makam2 yg ada di indonesia..apa itu sengaja di urus atau memang di daerah sana peduli akan kebersihan,,,???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin karena di sini enggak ada pepohonan yang tumbuh, jadi makamnya selalu bersih.

      Hapus
  6. Aamiiin....smoga doa-doanya diijabah oleh-Nya...

    BalasHapus
  7. #hmmm, beda banget ya, Mas, kuburannya di sana dengan di tanah air. terlihat rata2 di sana dikijing... #ngomong2 kalau tahu aku juga mau nitip do'a sama sampean Mas, utamanya do'a yang poin ke dua... ^_^

    BalasHapus
  8. ni baru pemahaman yang bener nih ttg berziarah, soalnya emang banyak yang salah kaprah ya sama yang namanya ziarah ^^
    btw, semoga doa-doanya terkabul yaaaa :))

    BalasHapus
  9. postingan yang bermanfaat, mengingatkan kita semua apa arti dan makna serta keuntungan berziarah

    BalasHapus
  10. amin amin ya Allah ya Rabbalalamin

    BalasHapus
  11. amiin..... saya jadi pengen kesitu, kapan ya ^_^

    BalasHapus
  12. Wah jadi pengen kesana deh. Semoga do'a di paragraf terakhir terkabul:) Salam kenal ya kak.....

    BalasHapus
  13. insya allah sudah berdoa...selalu :)...kuburannya khas timur tengah ya sepertinya..kecuali di Mesir...saya pernah ke City of the Dead..dan beda banget :)...makasih sudah sharing ya..udah follow juga ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dengan senang hati, Saya malah belum pernah ke Mesir.

      Hapus
  14. Semoga Alloh mendengar doa-doa nya Amiiiin,,,,

    Salam

    BalasHapus

Silakan berkomentar dan tunggu kunjungan balik dari saya. Tabik!