Pages - Menu

Kamis, 02 Mei 2013

Kumpul Bareng di Masbah


Mahasiswa Indonesia angkatan 15 di Universitas Al-Ahgaff, Yaman.
Lomba tarik tambang di dalam kolam renang.
Bulan Mei merupakan awal musim panas di Negara Yaman. Walau belum mencapai puncaknya, kehangatan udaranya sudah sangat terasa, meski di waktu pagi sekalipun. Tak ada tempat rekreasi yang lebih menarik di tempat kering seperti ini selain genangan air. Jika Mukalla mempunyai pantai yang membentang jauh ke Teluk Aden, maka kota terbesar di lembah Hadhramaut ini mempunyai "oase buatan" yang asyik untuk dikunjungi. Masbah (kolam renang) adalah tempat rekreasi paling digemari oleh pelajar Indonesia di Tarim untuk sekadar tempat berkumpul bersama dan menghilangkan penat.

Berawal dari sebuah obrolan ringan teman-teman di grup Facebook, akhirnya para penggawa Duf'ah 15 Mahasiswa Indonesia di Universitas Al-Ahgaff mengadakan kumpul bareng di kolam renang, Rabu, 1 Mei 2013 lalu. Acara seperti ini biasanya dilaksanakan waktu liburan. Namun karena saat ini kabarnya ada donatur yang siap menanggung biaya sewa kolam renang, maka atas inisiatif dari salah seorang teman sesegera mungkin acara diselenggarakan.

Saya berangkat dari asrama pukul 19.00 bersama beberapa teman pejalan kaki lainnya. Tidak butuh waktu lama untuk sampai tujuan karena memang tidak terlalu jauh. Mungkin sekitar 150 meter dari gerbang utama ke arah barat daya.
Bertempat di Masbah Amiri samping Masjid Jamalul Lail, acara diawali dengan pembukaan yang dibawakan oleh Ahmad Arif Salman pada pukul delapan. Dilanjutkan dengan pembacaan surah Yasin yang dipimpin oleh Muhammad Mahrus Ali sekaligus doa. Acara berikutnya adalah sambutan atau mendengarkan aspirasi dari teman-teman.

Kamaluddin Sitorus, seorang teman asal Medan, Sumatra Utara, mengusulkan agar diadakan acara khataman. "Kita kan sudah menginjak mustawa empat dan sebentar lagi masuk mustawa lima.  Jadi, banyak kitab yang sudah kita khatamkan. Bagaimana kalau suatu saat nanti kita ngadain acara khataman seperti yang lazim dilakukan di Indonesia," katanya.

Setelah itu, Masruhin yang sebelumnya sempat digojloki karena dianggap hanya berani menyampaikan unek-uneknya di dunia maya, akhirnya berani tampil dan berbicara panjang lebar. "Beberapa waktu yang lalu saya diundang ke grup mahasiswa Mesir. Grup itu tidak sekadar tempat ngerumpi atau bersenda gurau, tapi dijadikan ajang diskusi, musyawarah, dan kajian ilmiah lainnya.  Alangkah baiknya jika grup Facebook kita ini bisa berfungsi seperti itu," ujar pria asal Madura ini.

Rofiq Anwari, teman akrab Masruhin, juga tidak mau ketinggalan. Dia menyampaikan, "Sebenarnya, postingan saya selama ini yang dianggap kontroversial hanya sebatas guyonan. Walau di dunia maya kami kelihatan bermusuhan, tapi di dunia nyata kami berhubungan baik."

"Jika ada yang ingin membuat postingan serius, silakan. Yang ingin membuat posting guyonan juga silakan, akan saya ladeni. Untuk postingan yang serius saya tidak mau ikut campur, apalagi saya masih punya tanggungan hafalan Alquran sebanyak 4 juz," lanjut pria yang sangat eksis di dunia maya ini.

Setelah sesi dengar pendapat selesai, teman-teman langsung mencebur ke kolam sambil bermain bola. Sementara Asep Zakariya, selaku koordinator perlombaan mengumumkan jenis perlombaan dan mengajak siapa saja yang mau ikut. Perlombaan tersebut adalah renang, makan krupuk, panco, memindah kelereng, dan Play Station.

Sekitar pukul sembilan lebih sedikit, teman-teman dikagetkan dengan kedatangan tamu tak terduga namun sudah tak asing lagi: Ustaz Abdullah Abdul Karim Syahin dari Palestina yang dulu pernah mengajar Al-Yâqût al-Nafîs, Tarikh Tasyrî' dan Ulumul Qur'an ketika di Mukalla. Kedatangannya bersama Habib Abdurrahman Al-Musawa disambut meriah oleh teman-teman.

Habib Al-Musawa meminta kepada ustaz Syahin untuk memberi nasihat kepada teman-teman semua. Dalam sambutannya beliau berkata, "Sebenarnya saat ini bukan waktu yang tepat untuk memberi nasihat. Saya datang ke sini hanya untuk bertemu dengan kalian. Tiga tahun lamanya kita berpisah, namun bayangan kalian masih dan akan selalu ada di benakku. Saya mendapat kehormatan bisa belajar bersama kalian."

Menjelang pukul sepuluh malam, sebagian teman kembali ke asrama karena tidak ingin menginap di kolam renang dan sebagian yang lain ingin menonton siaran langsung Semifinal Liga Champions.

Habib Ali Zainal Abidin Al-Kaff yang datang dengan membawa sebuah proyektor tidak mau mengecewakan mereka yang ingin menonton sepak bola tanpa harus pulang. Melalui perantara laptop dengan koneksi internet nirkabel, akhirnya dapat terhubung secara streaming ke salah satu stasiun televisi di Indonesia, SCTV, yang menyiarkan pertandingan antara Barcelona dan Bayer Munchen.

Setelah pertandingan usai, atau sekitar pukul 23.45 suasana bertambah ramai. Mereka yang sebelumnya sudah berenang, melihat teman-teman bermain bola air ikut nimbrung masuk lagi ke kolam. Baru sekitar pukul 01.30 suasana benar-benar menjadi sepi, kebanyakan sudah pada tidur termasuk saya sendiri. Hanya tinggal beberapa orang yang masih bermain Play Station dan menonton film. Hingga akhirnya, sekitar pukul 03.30 kami yang tidur dibangunkan untuk kemas-kemas dan kembali ke asrama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan berkomentar dan tunggu kunjungan balik dari saya. Tabik!